Djarot Minta Produsen Sampah Organik Bentuk Pusat Pengolahan Kompos


Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (memakai topi hitam) mencicipi singkong rebus di sela-sela kegiatan peninjauan lokasi bekas bangunan liar di aliran Sungai Ciliwung di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2014)


JAKARTA, - Usai mengadakan rapat tertutup dengan Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Selasa (30/12/2014), Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan niatnya untuk mengajak para produsen sampah organik membuat sebuah pusat pengolahan kompos. Hal tersebut merupakan salah satu upaya yang didorong Djarot untuk memanfaatkan sampah-sampah organik agar tidak terbuang begitu saja. 

Adapun yang dimaksud dengan produsen sampah organik oleh Djarot adalah pihak-pihak yang dalam kegiatan atau usahanya sering membuang jenis sampah yang sebenarnya masih bisa didaur ulang. Salah satu produsen tersebut, kata dia, berada di pasar-pasar tradisional. 

"Contohnya saja pasar. Kayak di Kramat Jati kan luar biasa, sampah organiknya mencapai 80 persen," kata Djarot. 

Menurut dia, dengan mengolah sampah-sampah organik, salah satu manfaatnya adalah dapat mengurangi beban sampah yang akan diangkut ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang, Bekasi. Selain itu, pupuk kompos hasil olahan sampah organik sendiri diyakini dapat membantu Dinas Pertamanan, untuk pertanian, dan kebutuhan lain di masyarakat.

0 Response to "Djarot Minta Produsen Sampah Organik Bentuk Pusat Pengolahan Kompos"

Posting Komentar