Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi narasumber dalam Talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, di Balaikota, Kamis (11/12/2014).
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta bakal mengeluarkan siswa-siswa yang ketahuan melakukan tindak kekerasan dengan siswa lainnya. Hal itu dikarenakan masih banyak anak-anak yang putus sekolah dan membutuhkan ilmu pendidikan.
"Berbicara pendidikan itu tidak boleh ada diskriminasi. Bahkan di tengah Ibu Kota, hasil kajian Bank Dunia 40 persen usia 16-18 tahun itu tidak sekolah di Jakarta. Oleh karena itu, kami berusaha tidak ada satu orang pun yang sampai tertinggal," kata Basuki, saat menjadi inspektur upacara "Komitmen Aplikasi Deklarasi Sekolah yang Indah, Damai, dan Anti Korupsi"?, di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Terlebih, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di tahun 2015 mendatang. Pemerintah bertanggungjawab untuk mempersiapkan sumber daya manusia terbaik dan berani bersaing dengan pemuda bangsa lainnya.
"Mau tidak mau kita harus menyiapkan generasi kita yang akan datang lebih baik. Semua ada pada sektor pendidikan," kata Basuki.
Sehingga, lanjut dia, Pemprov DKI akan lebih ketat dalam menyeleksi anak-anak yang berhak sekolah di sekolah negeri. Bagi peserta didik yang melakukan tindak kekerasan ataupunbullying siswa junior, Basuki tidak segan bakal mengeluarkan peserta didik tersebut.
Siswa yang sudah dikeluarkan dari sekolah negeri itu tidak boleh lagi mendaftar di sekolah negeri, melainkan ke sekolah swasta. Selain dikeluarkan, peserta didik itu juga akan diproses secara hukum.
"Kalau mau jagoan ke sasana tinju saja. Saya katakan, kami menindak tegas anak-anak ini bukan berarti membenci mereka, tetapi kami benci kelakuan dan sayang anak-anaknya," kata pria yang biasa disapa Ahok itu.
0 Response to "Ini Alasan Ahok Beri Sanksi Tegas Siswa Pelaku "Bullying""
Posting Komentar