JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Divisi Hukum Omah Tani Batang Handoko Wibowo merasa prihatin terhadap kisruh yang terjadi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian Negara RI. Ia kecewa karena Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, yang dianggapnya suka menolong petani, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri.
"Bagi kami, KPK sangat luar biasa dalam upaya pemberantasan korupsi selama ini. Banyak kasus besar yang ditangani KPK sehingga banyak uang rakyat yang diselamatkan," kata Handoko di Gedung KPK, Minggu (8/2/2015) pagi.
Handoko mengaku telah mengenal Bambang sejak lama sejak ia masih aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ketika masih berprofesi sebagai advokat, kata Handoko, Bambang kerap membantu kelompok tani di Batang yang memiliki masalah dengan tanah garapan mereka.
"Tahun 1999-2000, Mas Bambang dan timnya dari YLBHI turun tangan langsung ke Batang untuk membantu secara cuma-cuma. Sekarang persoalan tanah di sana sudah selesai," ujarnya.
Handoko dan rekan-rekannya sesama petani mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan konflik KPK dan Polri. Menurut dia, jika KPK dan Polri terus bersitegang, maka koruptorlah yang akan diuntungkan dengan kondisi ini. Konflik itu akan menguras energi KPK dan Polri untuk melindungi institusi masing-masing.
Pagi ini para petani yang tergabung dalam komunitas Omah Tani Batang menggelar unjuk rasa di depan Gedung KPK. Mereka meminta agar Presiden Jokowi segera menuntaskan perselisihan antara KPk dan Polri. Konflik ini muncul setelah KPK menetapkan calon tunggal kepala Polri, Komjen Budi Gunawan, sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi. Setelah itu, satu per satu pimpinan KPK dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri. Bambang Widjojanto ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan menyuruh saksi memberikan kesaksian palsu pada sidang sengketa di Mahkamah Konstitusi terkait pemilihan kepala daerah Kotawaringin Barat pada 2010.
sumber : kompas
0 Response to "Dukungan Petani untuk Bambang Widjojanto"
Posting Komentar