Presiden Jokowi Diminta Tak Sungkan Belajar Pengelolaan Fiskal dari SBY

JAKARTA, - Wakil Ketua Komisi XI Marwan Cik Asam meminta Presiden Joko "Jokowi" Widodo tak malu-malu belajar dari Presiden sebelumnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pengelolaan fiskal. 

Bahkan, dia juga menyarankan Jokowi untuk tak sungkan meminta pendapat SBY terkait langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. 

"Untuk kebaikan bangsa dan rakyat kenapa mesti malu dan sungkan. Kita lihat saja bagaimana Pak SBY sebagai kepala negera dengan sikap negarawannya mempersiapkan pergantian presiden, bahkan memberikan sutikan dana untuk pemerintah Jokowi," kata Marwan Cik Asam dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (3/1/2015). 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa suntikan dana yang dia maksudkan adalah ruang fiskal yang disediakan SBY bagi Jokowi sebesar Rp 250 triliun dalam APBN 2015. 

Menurut Marwan, selama kepemimpinan SBY 10 terakhir, ekonomi Indonesia relatif stabil dan berkembang pesat.  Hal tersebut, lanjut dia, juga diikuti oleh keadaan politik yang stabil. 

Selain itu, politisi Demokrat ini, juga berharap agar tim ekonomi Jokowi juga tak canggung berdiskusi dengan tim ekonomi SBY dulu. 

"Pembangunan oleh Pak SBY selama 10 tahun beliau memimpin. Bahwa presiden SBY telah mewariskan kestabilan ekonomi dan politik kepada Presiden Jokowi. Bahkan ada ruang fiskal senilai Rp 250 triliun yang disiapkan oleh SBY," kata dia.

0 Response to "Presiden Jokowi Diminta Tak Sungkan Belajar Pengelolaan Fiskal dari SBY"

Posting Komentar