MALANG,— Tim pencari pesawat AirAsia QZ8501
yang dipimpin Badan SAR Nasional sudah menemukan tujuh jenazah di Selat
Karimata, perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pada salah satu dari
jenazah yang ditemukan, terdapat kartu tanda penduduk (KTP) dengan nama
"Kevin Alexander Soetjipto".
Kevin merupakan
alumnus SMA St Albertus, Malang. Menurut Humas SMA St Albertus atau akrab
disebut SMA Dempo, Petrus Paulus, Kevin merupakan siswa yang lulus pada tahun
2011. Semasa bersekolah di SMA Dempo, Kevin adalah siswa yang tergolong pintar.
Anak sulung dari dua
bersaudara ini terbukti memiliki nilai yang selalu tinggi dan kemampuannya
bagus dalam berbahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Kendati begitu, pihak
sekolah mencatat Kevin belum pernah menjadi juara satu di sekolah tersebut.
"Ia dulu siswa
yang cerdas dan masuk ke kelas IPA," kata Pertus Paulus kepada Surya,
Rabu.
Selepas lulus, Kevin
pun mendaftar ke Monash University di Melbourne, Australia, untuk mengambil
jurusan Financial Service. Meski begitu, hubungan sekolah dan Kevin tidak
lantas putus setelah anak didiknya kuliah di luar negeri.
Remaja berusia 22
tahun ini masih sering berhubungan dengan beberapa guru, termasuk dengan
Petrus. Terlebih lagi, adiknya, Cindy Clarisa Soetjipto, juga bersekolah di
sana dan kini duduk di kelas X-S3 SMA Dempo.
Hubungan itu tetap
berjalan baik, sampai tersiar kabar kalau kedua siswanya menjadi penumpang
pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura. Pesawat hilang kontak pada
Minggu (28/12/2014) pagi.
Informasinya, Kevin
sekeluarga berangkat ke Singapura dalam rangka liburan. Ia berangkat bersama
ayah dan ibunya (Rudy Soetjipto dan Lindawati Anggara) serta adiknya, Cindy
Clarisa Soetjipto.
Surya kemarin mencoba mendatangi kediaman rumah mereka di Jalan
Terusan Tinombala, Kota Malang, tetapi rumah pemilik Toko Makmur Jaya di
kawasan Pecinan ini sepi. Pagar dan pintu rumah juga dalam keadaan tertutup.
Nakhrowi, pembantu
rumah tangga Rudy Soetjipto, ayah Cindy dan Kevin, mengatakan, dia tidak tahu
majikannya pergi ke mana. Majikannya tidak pernah pamit ke pembantu saat hendak
pergi. Majikannya keluar rumah pada Sabtu (27/12/2014) pukul 18.30 WIB.
Saat itu, semua
anggota keluarga, yaitu Rudy, Cik Linda (Lindawati), Kevin, dan Cindy pergi
bersama-sama. "Saya tidak tahu mereka pergi ke mana karena tidak pernah
bilang ke pembantu. Mereka pergi satu keluarga yang terdiri empat orang,"
imbuhnya.
Monash University
seperti dikabarkan abc.net.au, Selasa
(30/12/2014), sedang mencari tahu laporan yang mengabarkan mahasiswanya, Kevin,
sebagai penumpang di pesawat AirAsia. Nama Kevin terdaftar dalam manifes
penumpang.
"Ada laporan
yang mengabarkan seorang mahasiswa dengan visa pelajar dari Monash University
sebagai penumpang, tetapi rinciannya masih harus diverifikasi," ujar
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kemarin.
Ia memastikan
pihaknya akan mencari tahu kepada otoritas Indonesia untuk mengonfirmasi
kebenaran nama Kevin dalam daftar manifes sebagai pelajar di Monash University.
Jenazah yang
ditemukan dengan KTP bernama Kevin Alexander Soetjipto masih harus
diidentifikasi. Rencananya, dari KRI Bung Tomo, jenazah yang ditemukan akan
dipindahkan ke Pangkalan Bun, lalu diterbangkan ke Surabaya untuk proses
identifikasi.
Rencananya,
di Surabaya, proses identifikasi akan dilakukan oleh 25 dokter
forensik dari tim Disaster Victim Identification Mabes Polri. Identifikasi
dilakukan dengan mencocokkan dataantemortem (data jenazah
sebelum meninggal) dan datapostmortem (data
jenazah setelah meninggal).
0 Response to "Kevin Alexander Soetjipto, Penumpang AirAsia QZ8501 yang Cerdas dan Pandai 3 Bahasa"
Posting Komentar