JAKARTA,— Pada salah satu jenazah penumpang AirAsia QZ8501 yang telah
ditemukan, terdapat kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Kevin Alexander Soetjipto. Namanya
memang terdaftar dalam manifes penerbangan Surabaya-Singapura yang hilang
kontak pada Minggu (28/12/2014) pagi.
Jasad yang diduga kuat sebagai Kevin ditemukan oleh kapal Malaysia, KD Lekir, dalam pencarian Rabu (31/12/2014) pagi sekitar pukul 07.55 WIB. Dari data KTP tersebut, Kevin lahir pada tanggal 1 Januari 1994 atau akan berulang tahun ke-21.
Hasil penelusuran yang dimuat situs Australia Plus, Kevin Alexander Soetjipto adalah mahasiswa Universitas Monash, Melbourne, Australia, asal Malang, Jawa Timur.
Kevin sebelumnya adalah lulusan SMA St Albertus di Malang, Jawa Timur, yang lebih dikenal sebagai SMA Dempo, salah satu SMA Katolik terkenal di sana. Kevin Alexander mulai kuliah di Monash pada tahun 2013.
Menurut penuturan salah seorang mahasiswa asal Indonesia, Samantha Lagaida, kepada L Sastra Wijaya dari ABC, Selasa (30/12/2014), Kevin mengikuti Foundation Studies di Trinity College selepas SMA.
Ini adalah masa seorang siswa dari luar negeri menjalani masa penyesuaian sebelum masuk ke perguruan tinggi di Australia. Foundation Studies ini biasanya berlangsung selama setahun.
Samantha Lagaida adalah mahasiswa Phd di Universitas Melbourne yang pernah tinggal di kos yang sama dengan Kevin selama delapan bulan di kawasan Kew di Melbourne.
Walau sama-sama berasal dari Malang, Samantha mengatakan bahwa mereka baru saling mengenal setelah di Melbourne karena Kevin empat tahun lebih muda darinya.
Jasad yang diduga kuat sebagai Kevin ditemukan oleh kapal Malaysia, KD Lekir, dalam pencarian Rabu (31/12/2014) pagi sekitar pukul 07.55 WIB. Dari data KTP tersebut, Kevin lahir pada tanggal 1 Januari 1994 atau akan berulang tahun ke-21.
Hasil penelusuran yang dimuat situs Australia Plus, Kevin Alexander Soetjipto adalah mahasiswa Universitas Monash, Melbourne, Australia, asal Malang, Jawa Timur.
Kevin sebelumnya adalah lulusan SMA St Albertus di Malang, Jawa Timur, yang lebih dikenal sebagai SMA Dempo, salah satu SMA Katolik terkenal di sana. Kevin Alexander mulai kuliah di Monash pada tahun 2013.
Menurut penuturan salah seorang mahasiswa asal Indonesia, Samantha Lagaida, kepada L Sastra Wijaya dari ABC, Selasa (30/12/2014), Kevin mengikuti Foundation Studies di Trinity College selepas SMA.
Ini adalah masa seorang siswa dari luar negeri menjalani masa penyesuaian sebelum masuk ke perguruan tinggi di Australia. Foundation Studies ini biasanya berlangsung selama setahun.
Samantha Lagaida adalah mahasiswa Phd di Universitas Melbourne yang pernah tinggal di kos yang sama dengan Kevin selama delapan bulan di kawasan Kew di Melbourne.
Walau sama-sama berasal dari Malang, Samantha mengatakan bahwa mereka baru saling mengenal setelah di Melbourne karena Kevin empat tahun lebih muda darinya.
Menurut keterangan
yang didapat Samantha, Kevin sedang dalam perjalanan ke Singapura bersama
ayahnya, Rudy, dan adiknya Cindy Soetjipto.
"Kami sangat
sedih dengan berita soal berita salah satu mahasiswa kami yang berharga ini.
Kami akan menawarkan konseling kepada teman Kevin dan teman-teman
sekelasnya," kata juru bicara Monash.
"Kami sampaikan
duka terdalam bagi para penumpang dan keluarganya yang berada dalam penerbangan
tersebut," tambah dia.
Pesawat AirAsia
QZ8501 yang membawa 155 penumpang dan tujuh kru kehilangan kontak dalam
perjalanan Surabaya-Singapura pada Minggu (28/12/2014). Serpihan pesawat dan
jasad penumpang ditemukan sekitar 190 kilometer barat daya Pangkalan Bun.
0 Response to "Kevin Alexander Soetjipto adalah Mahasiswa Indonesia di Universitas Monash"
Posting Komentar