JAKARTA, - Setahun berlaku, program
Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih bermasalah.
Pemerintah mencatat ada beberapa permasalahan penting yang mewarnai program
kesehatan tersebut.
Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil mengatakan, salah satu
penyimpangan mendasar yang ditemukan dalam penyelenggaraan program tersebut
adalah praktik curang yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat. Berdasarkan
temuan pemerintah, ada masyarakat yang memanfaatkan program BPJS Kesehatan
untuk menyembuhkan penyakit mereka saja, setelah itu tidak bayar iuran lagi.
"Ada semacam moral hazard yang terjadi dan ini harus segera
dibenahi," kata nya, Senin (5/1/2015).
Direktur
Jenderal Bina Upaya Kesehatan Akmal Taher menambahkan, masalah lain yang juga
mewarnai program BPJS Kesehatan adalah adanya salah klaim dari pihak rumah
sakit. Salah klaim tersebut bahkan, menyebabkan klaim yang diajukan pihak rumah
sakit lebih tinggi dari yang seharusnya.
Akmal
mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti kesalahan klaim tersebut
disebabkan oleh unsur kesengajaan atau tidak. Akmal belum mau mau memastikan
nilai kesalahan klaim tersebut. "Tahun pertama masih sosialisasi, tahun
2015 akan dipertegas dan menyiapkan pengawasannya dan akan ditindak sesuai
hukum," ujar Akmal.
Direktur
Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengakui masih ada banyak permasalahan yang
mewarnai program BPJS Kesehatan selama 2014. Oleh sebab itu, ke depan, BPJS
Kesehatan akan memperbaiki pelaksanaan program BPJS Kesehatan.
Pelaksanaan
BPJS Kesehatan harus lebih baik, sebab peserta BPJS Kesehatan terus meningkat.
Begitu pula mitra BPJS Kesehatan seperti rumah sakit, klinik dan dokter.
Untung
Suseno Sutarjo, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, mengatakan, jumlah
peserta penerima bantuan iuran yang berasal dari kalangan masyarakat tidak
mampu pada tahun 2015 ini akan bertambah sampai dengan 2,2 juta. Untuk menambah
peserta tersebut pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran sekitar Rp 800
miliar pada 2015 dengan premi Rp 19.225 per orang per bulan. "Preminya
sama seperti yang tahun kemarin," kata Untung.
Memang
pelayanan BPJS Kesehatan, khususnya terhadap masyarakat miskin penerima bantuan
iuran (PBI) yang pengobatannya ditanggung APBN, belum memuaskan. Koordinator
Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan, buruknya pelayanan ini bisa
dilihat dari sikap rumah sakit yang masih mencari alasan untuk tidak melayani
warga miskin penerima bantuan iuran.
Menurut
Timboel, alasan rumah sakit bermacam- macam. Namun umumnya beralasan kamar
pasien sedang penuh. Padahal ketika dicek banyak kamar kosong. "Ini
seperti terjadi di Cengkareng, dan banyak kasus lainnya," kata Timboel,
dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkannya di Jakarta pekan ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "Ini Permasalahan Penting di BPJS Kesehatan"
Posting Komentar